Saturday, October 22, 2011

Model Komunikasi OSI 7 Layer

  • Model Referensi OSI merupakan salah satu arsitektur jaringan komputer yang dibuat oleh ISO (International for standarization Organization) untuk memecahkan masalah kompatibilitas device antar vendor, dengan menyediakan standarisasi yang dapat digunakan oleh para vendor dalam membuat device.
  • Model referensi OSI mengidentifikasikan semua proses yang dibutuhkan untuk melakukan komunikasi dan membaginya ke dalam kelompok secara logika yang disebut layer.
  • Model referensi OSI merupakan petunjuk bagi para developer aplikasi dalam membuat dan mengimplementasikan aplikasinya berjalan pada sebuah jaringan.
  • OSI menjelaskan bagaimana data dan informasi dari sebuah aplikasi pada sebuah komputer melewati media jaringan berkomunikasi ke aplikasi yang berada di komputer lain.
    OSI terdiri dari tujuh layer, yang secara umum terbagi dalam dua kelompok, yakni Upper layer (Application Layer) dan lower layer (data transport layer). Layer yang tergolong dalam uper layer mendefinisikan bagaimana aplikasi pada sebuah host akan berkomunikasi dengan user dan host lainnya. Sedangkan lower layer mendefinisikan bagaimana data terkirim dari satu host ke host lainnya. Model
    referensi OSI terdiri dari tujuh layer, antara lain :
    1 Application Layer
    2 Presentation Layer
    3 Session Layer
    4 Transport Layer
    5 Network Layer
    6 Data Link Layer
    7 Physical Layer


    Gambar OSI 7 Layer


    Tugas dan Fungsi  Layer pada OSI
     

Sunday, October 9, 2011

Materi Jaringan Komputer 1

KONSEP JARINGAN KOMPUTER
Computer Network, atau jaringan komputer, merupakan sekumpulan komputer yang dihubungkan melalui media fisik / non fisik (wireless) dan software yang memfasilitasi komunikasi antara komputer-komputer tersebut.
 
 

Pendapat lain ada yang mengatakan bahwa Jaringan komputer merupakan sekumpulan komputer berjumlah banyak yang terpisah-pisah akan tetapi saling berhubungan dalam melaksanakan tugasnya. Dua buah komputer misalnya dikatakan terkoneksi bila keduanya dapat saling bertukar informasi




Manfaat Jaringan Komputer
  1. Berbagi Sumber Daya / Resource Sharing (Hardware, Software dan Saluran Komunikasi)
  2. Media Komunikasi antar Pengguna
  3. Integrasi Data
  4. Keamanan Data
  5. Sumber Daya lebih efisien dan informasi terkini
  6. Secara umum menghemat biaya meskipun biaya investasi relative mahal



Tujuan jaringan komputer adalah untuk :
  1. Resource sharing/ berbagi sesumber: seluruh program, peralatan dan data yang dapat digunakan oleh setiap orang yang ada dijaringan tanpa dipengaruhi lokasi sesumber dan pemakai. Misalnya: Staff BIRO Akademik mengirimkan daftar mahasiswa baru ke perpustakaan dalam bentuk print out dengan langsung mencetaknya di printer perpustakaan dari komputer di BIRO akademik. Atau sebaliknya staff perpustakaan mendapatkan langsung file daftar mahasiswa baru yang disimpan di komputer staff BIRO akademik.
  2. High reliability/kehandalan tinggi: tersedianya sumber-sumber alternatif kapanpun diperlukan. Misalnya pada aplikasi perbankan atau militer, jika salah satu mesin tidak bekerja, kinerja organisasi tidak terganggu karena mesin lain mempunyai sumber yang sama. 
  3. Menghemat uang: membangun jaringan dengan komputer-komputer kecil lebih murah dibandingkan dengan menggunakan mainframe. Data disimpan di sebuah komputer yang bertindak sebagai server dan komputer lain yang menggunakan data tersebut bertindak sebagai client. Bentuk ini disebut Client-server.
  4. Scalability/ skalabilitas: meningkatkan kinerja dengan menambahkan komputer server atau client dengan mudah tanpa mengganggu kinerja komputer server atau komputer client yang sudah ada lebih dulu.
  5. Medium komunikasi: memungkinkan kerjasama antar orang-orang yang saling berjauhan melalui jaringan komputer baik untuk bertukar data maupun berkomunikasi.
  6. Akses informasi luas: dapat mengakses dan mendapatkan informasi dari jarak jauh
  7. Komunikasi orang-ke-orang: digunakan untuk berkomunikasi dari satu orang ke orang yang lain
  8. Hiburan interaktif

KLASIFIKASI JARINGAN KOMPUTER

a. Local Area Network
LAN   :     jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.
LAN   :   digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi.
LAN  :     dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.
LAN  :  Mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.
LAN  : Biasanya menggunakan teknologi transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.


b.  Metropolitan  Area Network
MAN pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.  MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum.
MAN biasanya mampu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan  menjadi lebih sederhana.





c.  Wide Area Network
WAN : mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.
WAN : terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.
WAN (pada umumnya) : subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching.
Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.
Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti  ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.

Wednesday, May 18, 2011

Panduan Instalasi UBUNTU

1.1 Pendahuluan

Ubuntu 9.04 di release pada April 2009, memiliki beberapa official varian yaitu Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, dan Gobuntu. Release yang akan kami bahas proses instalasinya adalah Ubuntu 9.04 i386 Desktop Edition. Selain arsitektur Intel 386 (i386) yang cocok untuk semua prosesor 32 bit yang kompatibel dengan Intel, bagi yang memiliki mesin dengan prosesor 64 bit bisa mendownload Ubuntu 9.04 amd64 atau Ubuntu 9.04 ppc untuk pemilik Mac.


1.2 Requirements

Untuk menginstal Ubuntu, kita memang bisa memaksa Ubuntu untuk berjalan di sistem dengan mesin lawas tetapi untuk mendapatkan performa terbaik, disarankan untuk menginstall Ubuntu pada mesin Pentium 4 dengan prosesor minimal 1GHz. Menurut dokumentasi, sistem minimal adalah :
– 64 MB RAM (sarankan 256MB) dan Hardisk 1 GB untuk sistem terminal tanpa desktop (GUI)
– 256 MB RAM (disarankan 512MB) dan Hardisk 5 GB untuk sistem desktop (GUI).


1.3 BackUp System

Kehilangan data adalah resiko yang harus ditanggung. Kehilangan data bisa disebabkan terjadi kegagalan saat instalasi, kecelakaan, dan lainnya. Jika anda memiliki USB disk, anda bisa menyalin file-file penting ke USB disk tersebut.Cara terbaik meminimalisir kerugian adalah dengan melakukan backup menyeluruh.
Anda bisa menggunakan partimage untuk membackup keseluruhan partisi, termasuk MBR-nya.


1.4 Proses Instalasi Ubuntu 9.04

Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi:
1. Memilih Bahasa Instalasi
2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
3. Memilih Keyboard
4. Melakukan Pemartisian Hardisk
5. Membuat User/Pengguna
6. Migrasi Dokumen dan Setting
7. Summary, Instalasi Grub

Dikatakan Pra-Instalasi, karena belum terjadi apapun sebelum anda menekan tombol terakhir instalasi (bisa disebut langkah ke-8). Proses instalasi sebenarnya akan berlangsung setelah anda menekan tombol Install. Setelah itu, anda tidak bisa menghentikan ataupun melakukan perubahan lagi.
Setelah mendownload file iso Ubuntu, misalnya dari ftp.kambing.ui.edu/pub/ubuntu anda harus membakarnya ke CD.

a. Booting dari CD-ROM

Setelah dibakar ke CD, kita harus booting dari CD itu. Jika PC anda sudah diset untuk boot ke CD-ROM, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot Ubuntu menyapa anda. Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan BIOS) untuk mengganti pilihan booting.
Pada layar menu booting Ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1. Try Ubuntu … untuk mencoba Ubuntu live (tanpa install terlebih dahulu)
2. Install Ubuntu .... untuk menginstall Ubuntu
3. Check disc … untuk mengecek CD
4. Test memory ......untuk mengetest RAM
5. Boot from first hard disk .....untuk mem-boot OS yang ada di hardisk

Perhatikan Gambar dibawah ini :














Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting berikut ini:



b. Langkah – langkah Instalasi

Langkah 1, Memilih Bahasa

Di halaman Welcome kita bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa default sistem anda (jangan khawatir, kita masih bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System >> Administration >> Language Support). Di sini, karena lebih familiar dan nyaman menggunakan bahasa Inggris, maka dipilihlah bahasa Inggris. Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di sebelah kiri.

Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone

Kita harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu saat ini. Hal ini penting karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi dimana kita berada seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi kita saat ini. Menggunakan server yang lebih dekat tentu akan menghemat bandwidth dan mempercepat waktu downloadnya.
















Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard



Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keyboard jenis lain, bisa memilih dari daftar yang tersedia. Jika tidak tahu, bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.
















Langkah 4. Mempartisi Hardisk

Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, kita tidak perlu khawatir karena akan dilakukan dengan interface GUI. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, sebaiknya dilakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, kitaharus mengetahui unt uk apa menginstall Ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify partition manually.

Partitions Manual (Advanced).
Klik Forward, setelah memilih opsi ini.















Pada gambar di atas, disini menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah diinstal WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong.
Idealnya, Ubuntu diinstal dengan skema partisi :
1. Partisi root (/) - disarankan 5 GB
2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda. Jika RAM anda 1GB. Partisi swap sebaiknya 2GB.
3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk.
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru. Seperti pada gambar, pilih partisi jenis Primary. Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 - dst) dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 GB untuk root. Pada gambar dibuat kira-kira 4.5 GB karena saya tidak banyak menginstal aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, dan lain lain.
Jika ingin melakukan perhitungan, bisa menggunakan ukuran 1024 MB = 1GB, sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika ingin membuat partisi 5 GB, harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120.Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.











Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3.














Langkah 5. Membuat User

User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan, menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.














Sedangkan pada opsi login automatically, cocok untuk komputer pribadi. Untuk komputer publik, dan memperhatikan keamanan, sebaiknya memilih opsi Require password….








Jika setelah meng-klik tombol Next, muncul pesan seperti ini, bisa meng-klik continue untuk mengabaikan dan tetap menggunakan password tadi. Jika anda menginginkan keamanan yang lebih baik, sebaiknya password diganti dimana password mengandung kombinasi huruf, angka, karakter, atau menggunakan
password yang lebih panjang.




Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting

Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS. Pada gambar menampilkan pilihan mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari Windows.















Hebatkan? Tentu saja kita bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.



Langkah 7. Summary

Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke-8), akan ditampilkan summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstal. Pada saat ini, kita masih bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Di sini, kita juga bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah tidak menginstall grub sama sekali, tapi hal ini tidak disarankan.















Langkah 8. Instalasi


Pada tahap ini, kita tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install. Yang kita lakukan adalah menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20 hingga 30 menit, tergantung kekuatan PC kita.



















Klik Restart Now, dan ....
Selamat datang di dunia Ubuntu! GBU








Kisi Kisi UAS

1. Jaringan komputer adalah hubungan komunikasi langsung antar 2 komputer atau lebih     Pertanyaan : Sebutkan ciri2x jaringan komputer   ...