1.1 Pendahuluan
Ubuntu 9.04 di release pada April 2009, memiliki beberapa official varian yaitu Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Edubuntu, dan Gobuntu. Release yang akan kami bahas proses instalasinya adalah Ubuntu 9.04 i386 Desktop Edition. Selain arsitektur Intel 386 (i386) yang cocok untuk semua prosesor 32 bit yang kompatibel dengan Intel, bagi yang memiliki mesin dengan prosesor 64 bit bisa mendownload Ubuntu 9.04 amd64 atau Ubuntu 9.04 ppc untuk pemilik Mac.
1.2 Requirements
Untuk menginstal Ubuntu, kita memang bisa memaksa Ubuntu untuk berjalan di sistem dengan mesin lawas tetapi untuk mendapatkan performa terbaik, disarankan untuk menginstall Ubuntu pada mesin Pentium 4 dengan prosesor minimal 1GHz. Menurut dokumentasi, sistem minimal adalah :
– 64 MB RAM (sarankan 256MB) dan Hardisk 1 GB untuk sistem terminal tanpa desktop (GUI)
– 256 MB RAM (disarankan 512MB) dan Hardisk 5 GB untuk sistem desktop (GUI).
1.3 BackUp System
Kehilangan data adalah resiko yang harus ditanggung. Kehilangan data bisa disebabkan terjadi kegagalan saat instalasi, kecelakaan, dan lainnya. Jika anda memiliki USB disk, anda bisa menyalin file-file penting ke USB disk tersebut.Cara terbaik meminimalisir kerugian adalah dengan melakukan backup menyeluruh.
Anda bisa menggunakan partimage untuk membackup keseluruhan partisi, termasuk MBR-nya.
1.4 Proses Instalasi Ubuntu 9.04
Secara garis besar, saat menginstall ubuntu anda akan melewati beberapa tahapan pra-instalasi:
1. Memilih Bahasa Instalasi
2. Memilih Lokasi dan Zona Waktu
3. Memilih Keyboard
4. Melakukan Pemartisian Hardisk
5. Membuat User/Pengguna
6. Migrasi Dokumen dan Setting
7. Summary, Instalasi Grub
Dikatakan Pra-Instalasi, karena belum terjadi apapun sebelum anda menekan tombol terakhir instalasi (bisa disebut langkah ke-8). Proses instalasi sebenarnya akan berlangsung setelah anda menekan tombol Install. Setelah itu, anda tidak bisa menghentikan ataupun melakukan perubahan lagi.
Setelah mendownload file iso Ubuntu, misalnya dari ftp.kambing.ui.edu/pub/ubuntu anda harus membakarnya ke CD.
a. Booting dari CD-ROM
Setelah dibakar ke CD, kita harus booting dari CD itu. Jika PC anda sudah diset untuk boot ke CD-ROM, anda bisa menunggu sampai layar pilihan boot Ubuntu menyapa anda. Jika tidak, anda bisa menekan tombol F12 (atau sejenisnya, sesuai pesan BIOS) untuk mengganti pilihan booting.
Pada layar menu booting Ubuntu, anda akan diberi beberapa pilihan:
1. Try Ubuntu … untuk mencoba Ubuntu live (tanpa install terlebih dahulu)
2. Install Ubuntu .... untuk menginstall Ubuntu
3. Check disc … untuk mengecek CD
4. Test memory ......untuk mengetest RAM
5. Boot from first hard disk .....untuk mem-boot OS yang ada di hardisk
Perhatikan Gambar dibawah ini :
Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting berikut ini:
Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard
Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keyboard jenis lain, bisa memilih dari daftar yang tersedia. Jika tidak tahu, bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.
Langkah 4. Mempartisi Hardisk
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, kita tidak perlu khawatir karena akan dilakukan dengan interface GUI. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, sebaiknya dilakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, kitaharus mengetahui unt uk apa menginstall Ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify partition manually.
Partitions Manual (Advanced).
Klik Forward, setelah memilih opsi ini.
Pada gambar di atas, disini menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah diinstal WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong.
Idealnya, Ubuntu diinstal dengan skema partisi :
1. Partisi root (/) - disarankan 5 GB
2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda. Jika RAM anda 1GB. Partisi swap sebaiknya 2GB.
3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk.
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru. Seperti pada gambar, pilih partisi jenis Primary. Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 - dst) dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 GB untuk root. Pada gambar dibuat kira-kira 4.5 GB karena saya tidak banyak menginstal aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, dan lain lain.
Jika ingin melakukan perhitungan, bisa menggunakan ukuran 1024 MB = 1GB, sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika ingin membuat partisi 5 GB, harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120.Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.
Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3.
Langkah 5. Membuat User
User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan, menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.
Sedangkan pada opsi login automatically, cocok untuk komputer pribadi. Untuk komputer publik, dan memperhatikan keamanan, sebaiknya memilih opsi Require password….
Jika setelah meng-klik tombol Next, muncul pesan seperti ini, bisa meng-klik continue untuk mengabaikan dan tetap menggunakan password tadi. Jika anda menginginkan keamanan yang lebih baik, sebaiknya password diganti dimana password mengandung kombinasi huruf, angka, karakter, atau menggunakan
password yang lebih panjang.
Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting
Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS. Pada gambar menampilkan pilihan mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari Windows.
Hebatkan? Tentu saja kita bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.
Langkah 7. Summary
Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke-8), akan ditampilkan summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstal. Pada saat ini, kita masih bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Di sini, kita juga bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah tidak menginstall grub sama sekali, tapi hal ini tidak disarankan.
Langkah 8. Instalasi
Pada tahap ini, kita tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install. Yang kita lakukan adalah menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20 hingga 30 menit, tergantung kekuatan PC kita.
Klik Restart Now, dan ....
Selamat datang di dunia Ubuntu! GBU
Setelah memilih Install Ubuntu dengan menekan tombol panah bawah lalu Enter, anda akan dibawa ke layar pesan booting berikut ini:
b. Langkah – langkah Instalasi
Langkah 1, Memilih Bahasa
Di halaman Welcome kita bisa memilih bahasa selama proses instalasi. Bahasa ini juga akan menjadi bahasa default sistem anda (jangan khawatir, kita masih bisa memilih bahasa baru nanti melalui menu System >> Administration >> Language Support). Di sini, karena lebih familiar dan nyaman menggunakan bahasa Inggris, maka dipilihlah bahasa Inggris. Untuk memilih bahasa selain bahasa Inggris, bisa melakukan klik scroll di tab daftar bahasa di sebelah kiri.
Langkah 2. Memilih Lokasi dan Time Zone
Kita harus memilih lokasi dan zona waktu sesuai lokasi dan zona waktu saat ini. Hal ini penting karena beberapa setting akan otomatis mengikuti lokasi dimana kita berada seperti lokasi server repository terdekat dengan lokasi kita saat ini. Menggunakan server yang lebih dekat tentu akan menghemat bandwidth dan mempercepat waktu downloadnya.
Langkah 3. Memilih LayOut Keyboard
Biasanya, kita menggunakan keyboard standar USA. Jika PC/Laptop anda menggunakan keyboard jenis lain, bisa memilih dari daftar yang tersedia. Jika tidak tahu, bisa melakukan test dengan mengetik di field yang tersedia di kiri bawah.
Langkah 4. Mempartisi Hardisk
Biasanya bagian tersulit dari proses instalasi adalah saat melakukan pemartisian. Tetapi dengan Ubuntu, kita tidak perlu khawatir karena akan dilakukan dengan interface GUI. Meskipun demikian, kesalahan dalam pemartisian bisa mengakibatkan kehilangan data. Sebab itu, sebaiknya dilakukan backup terlebih dahulu. Agar mudah memahami pemartisian, kitaharus mengetahui unt uk apa menginstall Ubuntu.
Untuk menginstall ubuntu di hardisk yang kosong atau single booting, anda bisa memilih melakukan pemartisian manual atau otomatis, seperti pada gambar di bawah ini.
Untuk kontrol yang lebih baik, saya menyarankan anda memilih pemartisian manual – Specify partition manually.
Partitions Manual (Advanced).
Klik Forward, setelah memilih opsi ini.
Pada gambar di atas, disini menggunakan dua hardisk (virtualbox), sda dan sdb. Pada sda sudah diinstal WindowsXP, sedangkan pada hardisk kedua, sdb masih kosong.
Idealnya, Ubuntu diinstal dengan skema partisi :
1. Partisi root (/) - disarankan 5 GB
2. Partisi swap (sw) – Umumnya 2x nilai RAM anda. Jika RAM anda 1GB. Partisi swap sebaiknya 2GB.
3. Partisi home (/home) – sebaiknya sisa/bagian terbesar hardisk.
Klik pada bagian yang kosong, pilih New Partition untuk membuat partisi baru. Seperti pada gambar, pilih partisi jenis Primary. Anda bisa membuat maksimal 4 partisi primary (sda1, sda2, sda3 dan sda4) yang salah satu partisi primary (biasanya partisi ke-4/sda4) akan menjadi partisi Extended (yang di dalamnya kita bisa membuat partisi logical (sda5 - dst) dalam jumlah tak terbatas).
Untuk ukuran partisinya, masukkan ukuran partisi yang disarankan, 5 GB untuk root. Pada gambar dibuat kira-kira 4.5 GB karena saya tidak banyak menginstal aplikasi-aplikasi yang tidak fungsionalitas seperti compiz, gnome games, dan lain lain.
Jika ingin melakukan perhitungan, bisa menggunakan ukuran 1024 MB = 1GB, sebagai patokan perhitungan. Jadi, jika ingin membuat partisi 5 GB, harus memasukkan nilai 1024 x 5 = 5120.Untuk lokasi partisi, umumnya di awal, agar terstruktur.
Untuk jenis partisi, Ubuntu 9.04 menggunakan filesystem Ext4 yang lebih cepat dan memiliki performance lebih baik dari Ext3.
Langkah 5. Membuat User
User di ubuntu ada tiga jenis.
1. Root, super user, yang defaultnya tidak memiliki password dan tidak diaktifkan.
2. Administrator, user biasa yang memiliki hak administrasi. User ini memiliki tanda kekuasaan, menggunakan sudo.
3. User Biasa, user yang tidak memiliki hak administrasi system.
Sedangkan pada opsi login automatically, cocok untuk komputer pribadi. Untuk komputer publik, dan memperhatikan keamanan, sebaiknya memilih opsi Require password….
Jika setelah meng-klik tombol Next, muncul pesan seperti ini, bisa meng-klik continue untuk mengabaikan dan tetap menggunakan password tadi. Jika anda menginginkan keamanan yang lebih baik, sebaiknya password diganti dimana password mengandung kombinasi huruf, angka, karakter, atau menggunakan
password yang lebih panjang.
Langkah 6. Migrasi Dokumen dan Setting
Ubuntu memiliki fitur yang tidak dimiliki distro atau OS lain, migrasi dokumen dan setting lintas OS. Pada gambar menampilkan pilihan mengimpor dokumen dan setting (termasuk wallpaper) dari Windows.
Hebatkan? Tentu saja kita bisa memilih untuk tidak melakukan impor sama sekali, atau mengimpor setting dan file tertentu saja.
Lanjutkan dengan menekan tombol Forward.
Langkah 7. Summary
Sebelum melakukan tahap instalasi yang sesungguhnya (langkah ke-8), akan ditampilkan summary, ikhtisar keseluruhan setting sebelum menginstal. Pada saat ini, kita masih bisa memilih untuk membatalkan instalasi, dengan menekan tombol Quit.
Di sini, kita juga bisa memilih dimanakah anda akan menginstall Grub (Boot Manager) atau malah tidak menginstall grub sama sekali, tapi hal ini tidak disarankan.
Langkah 8. Instalasi
Pada tahap ini, kita tidak melakukan apapun begitu anda menekan tombol Install. Yang kita lakukan adalah menonton proses instalasi berjalan kira-kira 20 hingga 30 menit, tergantung kekuatan PC kita.
Klik Restart Now, dan ....
Selamat datang di dunia Ubuntu! GBU












